Kamis, 27 Juni 2013

episode I part 1

Mulai tanggal 30 Juni saya berada di Nanjing. Perjalanan yang panjang, menarik, dan menyenangkan. Alasan saya ingin mengunggahnya dalam blog ini karena saya terkesan dengan kehidupan di sana. Banyak hal yang saya pelajari mulai masalah budaya, sosial, dan pendidikan. Semuanya menginspirasi saya untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi dengan segala keterbatasan yang saya miliki.


A       IDENTITAS
          Hari/Tanggal    : Sabtu / 30 Juni 2012
          Waktu               : 11.00-20.00
B       KEGIATAN                    
          Mengenal Canteen  
C       RINGKASAN KEGIATAN
Kami tidur dengan begitu nyenyaknya. Pukul 09.00 kami bangun kembali membereskan barang dan mandi. Seperti kesepakatan semula sebelum jam 11 siang kami telah berangkat ke foreign building. Tepat pukul 11 siang Yao dan Jesen membagikan kartu makan. Kartu makan tersebut bisa menjadi kartu identitas selayaknya kartu mahasiswa. Kartu itu bisa kami pergunakan untuk membeli segala sesuatu yang ada di lingkungan kampus, seperti membeli makan di kantin atau membeli suatu barang di koperasi. Kartu itu harus kami bayar dengan biaya 420 RMB. Terdapat kesalahan penulisan nama dalam kartuku, di sana tertulis Iwik hariyatik bukan wiwik hariyatik. Aku menanyakan hal tersebut kepada Yao apakah akan bermasalah, ternyata tidak masalah. Setelah semua teman-teman Indoensia mendapatan kartunya, kami bersiap untuk berangkat menuju kantin.
Kami  berangkat ke kantin dipandu Frank, Jason, dan  Yao. Perjalanan pertama ke lingkungan kampus membuat kami terperangah. Pertama, orang China jika perjalan cepat sekali, kedua di sepanjang jalan kampus seperti cat walk berjalan. Kami melihat mahasiswa China dengan kulit putih, tubuh langsing dan wajah yang rupawan memakai pakaian mini berwarna warni serta sepatu atau sandai high heel. Sekarang adalah musim panas, jadi baju mereka tipis dan mini, inilah waktu untuk bergaya. Mereka sangat fashionable. Walaupun demikian mereka masih tetap bisa dan nyaman berjalan dengan cepat. Bagaimana pendapat Frank CS dengan kecepatan berjalan kami? menurut mereka cara jalan kami terlalu lambat kami diminta untuk berjalan lebih cepat lagi.
Kami berjalan menuju kantin sebelah utara lantai 2 karena menurut Frank CS itu adalah kantin yang paling aman tingkat kehalalannya untuk kami umat muslim. Pengelola kantin tersebut juga muslim. Ketika kami masuk ke dalam kantin, semua mata sipit yang sedang makan di sana terhenti kegiatan makannya dan meoleh ke arah kami. Mungkin menurut mereka kami adalah makluk dari luar angkas golongan alien, dengan  kulit rata-rata sawo matang dan berkerudung. Islam merupakan agama minoritas di sini, dan saat ini muncul fobia islam di China jadi wajar saja mereka terperangah dan terkejutL
Cara memesan makanan di kantin sebagai berikut. Kami mengambil nampan berwarna orange, sumpit, dan menuju meja saji makanan. Mengambil semua makanan yang kami inginkan sendiri. Tidak perlu bertanya masalah harga karena semua harga makanan telah tertulis di jendela yang sejajar dengan makanan tersebut disajikan. Tidak perlu kuatir beratnya tidak sama karena semua makanan ditimbang secara elektronik. Kami harus melayani diri kami sendiri. Sebagai coontoh nasi terdiri 3 variasi berat yaitu banyak, sedang, sedikit.  Untuk air minum kami isikan pada mangkuk plastik bukan gelas dan ini gratis. Mengamati menu makanan orang China sangat beragam dan didominasi oleh sayuran. Sayuran campur atau cap jay. Tapi berbeda dengan cap jay yang ada di indonesia. Untuk di China, asalkan sayur, ditumis dan dicampur dengan apa saja disebut cap jay seperti dicampur dengan telur, tahu, jamur. Makanan di kantin juga sangat bergizi karena ada nasi, sayur yang beraneka, lauk pauk, buah, dan susu yang berupa yogurt.
Hari ini aku mengambil 1 mangkuk nasi ukuran sedang, sayur tumis kubis, dan semangka. Kemudian kami menuju tempat makan yang lebih private untuk muslim. Untuk makan di tempat semula terlalu sesak Di dalam tempat makan private, Frank CS membagi kami menjadi 5 kelompok pengawasan. Masing-masing kelompok berisi 8-9 orang. Aku termasuk kelompok mbak Mumun teman LPJ ku tahun 2007.
Setelah dari kantin kami di ajak menuju Building Science tempat kami akan diterima secara resmi oleh pihak kampus (1 july 2012). Frank CS meminta kami untuk berjalan lebih cepat lagi kemudian Frank CS mengumumkan bahwa kami harus ada di gedung ini pukul 08.45 a.m hari senin. Selanjutnya Frank CS meminta para ketua kelompok untuk mengikuti mereka, karena Frank CS ingin menunjukkan lokasi supermarket dan lokasi tempat kami untuk bisa membeli new simcard China. Aku dan teman2 yang lain bisa kembali ke dormitory. Sementara ketua kelas di ajak observasi wilayah, kami kembali beristirahat, memulihkan tenaga. Kami harus kembali lagi ke foreign building untuk dinner pulul 5 sore.
Pukul 03.00 p.m hari aku kembali lagi bangun dengan tubuh kepanasan karena suhu udara yang jauh lebih tinggi di bandingkan dengan Indonesia di musim kemarau sekalipun. Pukul 04.30 p.m, aku dan mbak Maya telah berangkat ke foreign building, berkumpul bersama dengan teman-teman. Tepat pukul 05.00 p.m, masih dipandu Frank CS kami menuju kantin. Aku telah lupa kali ini sayur apa yang kuambil sepertinya tumis kangkung, buah semangka dan semangkuk air.
Selepas dari kantin aku bersama mbak Maya, mbak Wahyu, mbak Gumun, mbak Yeti, mbak Dewi, mbak Nita, bu Azizah, Rifi dan Ifa mencari tahu letak supermarket yang telah ditunjukkan oleh volunter kepada mbak Mumun. Sempat terjai keputus asaan, kami kebingungan sampi akhirnya kami bertanya pada salah satu orang China yang kami temui di jalan dan bisa berbahasa Inggris, dia menunjukkan letak supermarket. Ternyata supermarket sudah dekat. Kami hanya butuh menyeberang jalan dan di sanalah letak  supermarket tersebut dengan tulisan SUGUO. Apah ini sogonya China atau indomaret/alfamaretnya China karena setelah perjalanan beberapa hari untuk menjelah dan mengobservasi wilayah di Nanjing kami menemukan SUGUO dimana mana. Untuk kali ini aku dan mbak Maya membeli air mineral dan peralatan untuk membersihkan kamar (sapu dan kain pel).
SUGUO tempat belanja dengan harga yang hampir sama dengan Indonesia jika dikurskan. Malah ada harga barang yang ternyata jauh lebh mahal di sini dibandingkan dengan Indonesia. Jadi jika ada yang mengatakan barang di China lebih murah salah total. Plastik untuk membungkus barang belanjaan tidak gratis. Harga plastik untuk membungkus barang 20 sen atau 0,2 Yuan. Cara berdagang yang cerdas dan berdampak positif. Dampak positifnya antara lain: orang China terbiasa untuk reuse, hemat plastik karena plastik susah untuk diuraikan, menghemat bahan untuk membuat platik, dan tentunya go green.  Sepulang dari SUGUO aku dan mbak maya  kembali berjibaku menyapu dan mengepel lantai kamar. Akhirnya kamar kami  bersih dan harum tidak pengap lagi seperti tadi pagi. Sekarang waktunya kami untuk tidur dengan senyum karena esok hari telah menunggu kami untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar