A IDENTITAS
Hari/Tanggal : Sabtu / 30 Juni 2012
Waktu :
11.00-20.00
B KEGIATAN
Mengenal Canteen
C RINGKASAN KEGIATAN
Kami tidur dengan
begitu nyenyaknya. Pukul 09.00 kami bangun kembali membereskan barang dan
mandi. Seperti kesepakatan semula sebelum jam 11 siang kami telah berangkat ke foreign building. Tepat pukul 11 siang
Yao dan Jesen membagikan kartu makan. Kartu makan tersebut bisa menjadi kartu
identitas selayaknya kartu mahasiswa. Kartu itu bisa kami pergunakan untuk
membeli segala sesuatu yang ada di lingkungan kampus, seperti membeli makan di
kantin atau membeli suatu barang di koperasi. Kartu itu harus kami bayar dengan
biaya 420 RMB. Terdapat kesalahan penulisan nama dalam kartuku, di sana
tertulis Iwik hariyatik bukan wiwik hariyatik. Aku menanyakan hal tersebut
kepada Yao apakah akan bermasalah, ternyata tidak masalah. Setelah semua teman-teman
Indoensia mendapatan kartunya, kami bersiap untuk berangkat menuju kantin.
Kami berangkat ke kantin dipandu Frank, Jason,
dan Yao. Perjalanan pertama ke
lingkungan kampus membuat kami terperangah. Pertama, orang China jika perjalan
cepat sekali, kedua di sepanjang jalan kampus seperti cat walk berjalan. Kami melihat mahasiswa China dengan kulit putih,
tubuh langsing dan wajah yang rupawan memakai pakaian mini berwarna warni serta
sepatu atau sandai high heel.
Sekarang adalah musim panas, jadi baju mereka tipis dan mini, inilah waktu
untuk bergaya. Mereka sangat fashionable.
Walaupun demikian mereka masih tetap bisa dan nyaman berjalan dengan cepat.
Bagaimana pendapat Frank CS dengan kecepatan berjalan kami? menurut mereka cara
jalan kami terlalu lambat kami diminta untuk berjalan lebih cepat lagi.
Kami
berjalan menuju kantin sebelah utara lantai 2 karena menurut Frank CS itu
adalah kantin yang paling aman tingkat kehalalannya untuk kami umat muslim. Pengelola
kantin tersebut juga muslim. Ketika kami masuk ke dalam kantin, semua mata
sipit yang sedang makan di sana terhenti kegiatan makannya dan meoleh ke arah
kami. Mungkin menurut mereka kami adalah makluk dari luar angkas golongan
alien, dengan kulit rata-rata sawo
matang dan berkerudung. Islam merupakan agama minoritas di sini, dan saat ini
muncul fobia islam di China jadi wajar saja mereka terperangah dan terkejutL
Cara
memesan makanan di kantin sebagai berikut. Kami mengambil nampan berwarna orange,
sumpit, dan menuju meja saji makanan. Mengambil semua makanan yang kami
inginkan sendiri. Tidak perlu bertanya masalah harga karena semua harga makanan
telah tertulis di jendela yang sejajar dengan makanan tersebut disajikan. Tidak
perlu kuatir beratnya tidak sama karena semua makanan ditimbang secara
elektronik. Kami harus melayani diri kami sendiri. Sebagai coontoh nasi terdiri
3 variasi berat yaitu banyak, sedang, sedikit. Untuk air minum kami isikan pada mangkuk
plastik bukan gelas dan ini gratis. Mengamati menu makanan orang China sangat
beragam dan didominasi oleh sayuran. Sayuran campur atau cap jay. Tapi berbeda
dengan cap jay yang ada di indonesia. Untuk di China, asalkan sayur, ditumis
dan dicampur dengan apa saja disebut cap jay seperti dicampur dengan telur,
tahu, jamur. Makanan di kantin juga sangat bergizi karena ada nasi, sayur yang
beraneka, lauk pauk, buah, dan susu yang berupa yogurt.
Hari
ini aku mengambil 1 mangkuk nasi ukuran sedang, sayur tumis kubis, dan
semangka. Kemudian kami menuju tempat makan yang lebih private untuk muslim.
Untuk makan di tempat semula terlalu sesak Di dalam tempat makan private, Frank
CS membagi kami menjadi 5 kelompok pengawasan. Masing-masing kelompok berisi
8-9 orang. Aku termasuk kelompok mbak Mumun teman LPJ ku tahun 2007.
Setelah
dari kantin kami di ajak menuju Building
Science tempat kami akan diterima secara resmi oleh pihak kampus (1 july
2012). Frank CS meminta kami untuk berjalan lebih cepat lagi kemudian Frank CS mengumumkan
bahwa kami harus ada di gedung ini pukul 08.45 a.m hari senin. Selanjutnya
Frank CS meminta para ketua kelompok untuk mengikuti mereka, karena Frank CS
ingin menunjukkan lokasi supermarket dan lokasi tempat kami untuk bisa membeli new simcard China. Aku dan teman2 yang
lain bisa kembali ke dormitory. Sementara ketua kelas di ajak observasi
wilayah, kami kembali beristirahat, memulihkan tenaga. Kami harus kembali lagi
ke foreign building untuk dinner
pulul 5 sore.
Pukul
03.00 p.m hari aku kembali lagi bangun dengan tubuh kepanasan karena suhu udara
yang jauh lebih tinggi di bandingkan dengan Indonesia di musim kemarau
sekalipun. Pukul 04.30 p.m, aku dan mbak Maya telah berangkat ke foreign building, berkumpul bersama
dengan teman-teman. Tepat pukul 05.00 p.m, masih dipandu Frank CS kami menuju
kantin. Aku telah lupa kali ini sayur apa yang kuambil sepertinya tumis
kangkung, buah semangka dan semangkuk air.
Selepas
dari kantin aku bersama mbak Maya, mbak Wahyu, mbak Gumun, mbak Yeti, mbak Dewi,
mbak Nita, bu Azizah, Rifi dan Ifa mencari tahu letak supermarket yang telah
ditunjukkan oleh volunter kepada mbak Mumun. Sempat terjai keputus asaan, kami
kebingungan sampi akhirnya kami bertanya pada salah satu orang China yang kami
temui di jalan dan bisa berbahasa Inggris, dia menunjukkan letak supermarket. Ternyata
supermarket sudah dekat. Kami hanya butuh menyeberang jalan dan di sanalah
letak supermarket tersebut dengan tulisan
SUGUO. Apah ini sogonya China atau indomaret/alfamaretnya China karena setelah
perjalanan beberapa hari untuk menjelah dan mengobservasi wilayah di Nanjing
kami menemukan SUGUO dimana mana. Untuk kali ini aku dan mbak Maya membeli air
mineral dan peralatan untuk membersihkan kamar (sapu dan kain pel).
SUGUO
tempat belanja dengan harga yang hampir sama dengan Indonesia jika dikurskan.
Malah ada harga barang yang ternyata jauh lebh mahal di sini dibandingkan
dengan Indonesia. Jadi jika ada yang mengatakan barang di China lebih murah
salah total. Plastik untuk membungkus barang belanjaan tidak gratis. Harga
plastik untuk membungkus barang 20 sen atau 0,2 Yuan. Cara berdagang yang
cerdas dan berdampak positif. Dampak positifnya antara lain: orang China
terbiasa untuk reuse, hemat plastik
karena plastik susah untuk diuraikan, menghemat bahan untuk membuat platik, dan
tentunya go green. Sepulang dari SUGUO aku dan mbak maya kembali berjibaku menyapu dan mengepel lantai
kamar. Akhirnya kamar kami bersih dan
harum tidak pengap lagi seperti tadi pagi. Sekarang waktunya kami untuk tidur
dengan senyum karena esok hari telah menunggu kami untuk melakukan hal-hal yang
lebih berguna :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar