Jumat, 28 Juni 2013

Plant cell tissue and organ culture


A       IDENTITAS
          Hari/Tanggal    : Kamis/12 Juli 2012
          Waktu               : 09.00-12.00
B       KEGIATAN                                 
          Plant cell tissue and organ culture
C       RINGKASAN KEGIATAN
          Pagi ini Nanjing diguyur hujan lebat yang disertai petir dan angin. Hal ini menyebakan beberapa teman menunda keberangkatan ke kampus. Jadilah kami terlambat masuk kelas Dr. Jin Cui untuk mata kuliah Plant Cell Tissue and Organ Culture. Beliau menyampaikan bagian dasar dari ilmu ini. Dr Jin sangat tertarik tentang kehidupan orang Indonesia, masalah gender, perkawinan, dan cara pandang kami tentang kehidupan. Beliau juga tertarik dengan alam, masakan, dan kerudung yang kami pakai (tentunya kami yang wanita). Wow ternyata masalah kultur jaringan sangat penting untuk negara China, karena menghasilkan tanaman yang bebas bakteri atau virus. Dengan tanaman yang demikian menyebabkan tanaman pertanian di Cina selalu berhasil panen dengan baik. Selain tanaman di China banyak di kultur, tanaman di sini juga banyak di transgenik. Alam di China keras jika tidak di kultur dan ditransgenik mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya yang terbanyak jumlahnya di dunia.
          Kultur jaringan adalah teknik untuk memperbanyak tanaman secara ilmiah. Kultur jaringan memanfaatkan sifat totipotensi dari tanaman. Metode kultur jaringan ada 2 macam yaitu organogenesis dan somatic embryogenesis. Untuk organogenesis, explant harus merupakan bagian tanaman yang mengalami polinasi sedangkan somatic embryogenesis explant meruapkan bagian tanaman yang tidak mengalami polinasi. Baik organogenesis maupun somatic embryogenesis terdiri dari teknik secara langsung maupun tidak langsung. Ciri dari direct organogenesis adalah bud induction directly from explant, sedangkan indirect organogenesis callus induced from explant. Untuk direct somatic embryogenesis, explant directly differensiation into embryo without callus, sedangkan inderect somatic embryogenesis explant fristly from callus and differensiation into embryo. Untuk mengkultur suatu bagian tubuh dari tanaman harus dipilih tanaman dengan kualitas prima. Semua proses kultur jaringan sebelum tanaman di pindahkan ke media tanam yang permanen harus dilakukan secara aseptik. Pemindahan explant atau plantets ke medium tumbuh yang lebih besar harus dilakukan secara aseptik juga di ruangan steril dengan menggunakan LAF, lampu bunsen, dan alkohol.
            Perumbuhan tanaman dipengaruhi oleh fantor dari dalam dan luar. Faktor dari dalam adalah gen dan hormon tumbuh. Sedangkan faktor dari luar meliputi unsur hara (makro elemen dan mikro elemen), cahaya, pH, kelembapan, dan suhu. Untuk kultur jaringan penambahan hormon tumbuh seperti sitokinin (BAP) dan auksin (NAA) sangat penting menstimulus pertumbuhan organ tertentu dari tanaman. Misalnya konsentrasi NAA lebih tinggi dari BAP maka root development sebaliknya jika konsentrasi BAP lebih tinggi dari NAA maka shoot development. Namun jika konsentrasi NAA sama dengan konsentrasi BAP maka callus development.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar