A IDENTITAS
Hari/Tanggal : Kamis/12 Juli 2012
Waktu :
09.00-12.00
B KEGIATAN
Plant
cell tissue and organ culture
C RINGKASAN KEGIATAN
Pagi ini Nanjing diguyur hujan lebat yang disertai petir
dan angin. Hal ini menyebakan beberapa teman menunda keberangkatan ke kampus.
Jadilah kami terlambat masuk kelas Dr. Jin Cui untuk mata kuliah Plant Cell Tissue and Organ Culture.
Beliau menyampaikan bagian dasar dari ilmu ini. Dr Jin sangat tertarik tentang
kehidupan orang Indonesia, masalah gender, perkawinan, dan cara pandang kami
tentang kehidupan. Beliau juga tertarik dengan alam, masakan, dan kerudung yang
kami pakai (tentunya kami yang wanita). Wow ternyata masalah kultur jaringan
sangat penting untuk negara China, karena menghasilkan tanaman yang bebas
bakteri atau virus. Dengan tanaman yang demikian menyebabkan tanaman pertanian
di Cina selalu berhasil panen dengan baik. Selain tanaman di China banyak di
kultur, tanaman di sini juga banyak di transgenik. Alam di China keras jika
tidak di kultur dan ditransgenik mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan
rakyatnya yang terbanyak jumlahnya di dunia.
Kultur jaringan adalah teknik untuk memperbanyak tanaman
secara ilmiah. Kultur jaringan memanfaatkan sifat totipotensi dari tanaman. Metode
kultur jaringan ada 2 macam yaitu organogenesis dan somatic embryogenesis.
Untuk organogenesis, explant harus merupakan bagian tanaman yang mengalami
polinasi sedangkan somatic embryogenesis explant meruapkan bagian tanaman yang
tidak mengalami polinasi. Baik organogenesis maupun somatic embryogenesis
terdiri dari teknik secara langsung maupun tidak langsung. Ciri dari direct
organogenesis adalah bud induction directly from explant, sedangkan indirect
organogenesis callus induced from explant. Untuk direct somatic embryogenesis,
explant directly differensiation into embryo without callus, sedangkan inderect
somatic embryogenesis explant fristly from callus and differensiation into
embryo. Untuk mengkultur suatu bagian tubuh dari tanaman harus dipilih tanaman
dengan kualitas prima. Semua proses kultur jaringan sebelum tanaman di
pindahkan ke media tanam yang permanen harus dilakukan secara aseptik.
Pemindahan explant atau plantets ke medium tumbuh yang lebih besar harus
dilakukan secara aseptik juga di ruangan steril dengan menggunakan LAF, lampu
bunsen, dan alkohol.
Perumbuhan tanaman dipengaruhi oleh fantor dari dalam dan
luar. Faktor dari dalam adalah gen dan hormon tumbuh. Sedangkan faktor dari
luar meliputi unsur hara (makro elemen dan mikro elemen), cahaya, pH,
kelembapan, dan suhu. Untuk kultur jaringan penambahan hormon tumbuh seperti
sitokinin (BAP) dan auksin (NAA) sangat penting menstimulus pertumbuhan organ
tertentu dari tanaman. Misalnya konsentrasi NAA lebih tinggi dari BAP maka root
development sebaliknya jika konsentrasi BAP lebih tinggi dari NAA maka shoot
development. Namun jika konsentrasi NAA sama dengan konsentrasi BAP maka callus
development.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar