SEBUAH INSPIRASI UNTUK MEMBANGUN BANGSA
Waktu saya masih sangat belia, duduk
di sekolah TK, saya telah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang guru. Hal
itu disebabkan oleh seorang guru yang baik hati. Beliau bernama Ibu Yuyun. Saya
masih cukup ingat dimasa kritis tersebut terjadi peristiwa yang traumatis di
kelas bagi saya, keberadaan Bu Yuyun membuat saya merasa nyaman dan
terlindungi, semenjak saat itu saya berkeinginan menjadi seperti beliau, menjadi
orang yang melindungi. Apakah itu seorang guru, ya mungkin menjadi guru yang baik
hati.
Seiring dengan berlalunya waktu,
keinginan menjadi guru terkikis sedikit demi sedikit, apalagi berdasarkan
pengalaman saya selama menjadi siswa di SMA. Guru merupakan pilihan hidup yang
cukup sulit. Seorang guru harus memiliki banyak kesabaran dalam menghadapi
siswa SMA yang sedang mengalami ketidak seimbangan hormonal yang mempengaruhi
sikap mereka dalam bergaul dengan orang lain, ingin diperhatikan dan terkadang
berkonspirasi untuk mengelabuhi guru atau tidak mengerjakan tugas dari mereka, menggosipkan penampilan dan cara mengajar
seorang guru sampai memutuskan untuk menyukai atau tidak menyukai seorang guru.
Selepas dari SMA, pilihan untuk
menjadi guru muncul kembali karena pilihan menjadi guru merupakan pilihan yang
cukup sesuai dengan kondisi saya pada saat itu. Akhirnya, masuklah saya pada
institusi keguruan yang mengajarkan bagaimana cara menjadi seorang guru yang
ideal.
Tahun 2004 saya mulai mengabdikan
rasa saya untuk menjadi guru demi alasan kepentingan pribadi guna memenuhi
kebutuhan jasmani dan rohani dan turut serta memanjukan bangsa melalui
pendidikan. Sampai saat ini sudah hampir sembilan tahun saya bergumul dengan
siswa di kelas, muncul kenangan terhadap guru saya yang baik hati, Bu Yuyun...Bagaimana
kabar beliau sekarang? Apakah saya sudah bisa membuat siswa saya merasa aman
dan nyaman di kelas seperti beliau? Apakah saya sudah bisa menginspirasi siswa
saya untuk melakukan yang terbaik dalam hidup mereka? Saya tidak yakin
jawabannya sudah. Banyak kekurangan dan kesalahan yang telah saya lakukan
selama ini di kelas, banyak hal yang belum saya ketahui dan pelajari selama ada
di kelas, banyak hal yang belum saya lakukan di kelas, dan banyak hal yang
tidak saya ketahui tentang siswa saya. Apalagi belum ada testimoni dari siswa
saya yang merasa terinspirasi dengan yang telah saya lakukan untuk diri saya
dan mereka untuk dijadikan bahan renungan. Tapi itu tidak penting bagi saya karena dengan melihat, mendengar ataupun membaca tentang semangat mereka dalam
memperjuangkan apa yang mereka perjuangkan dalam hidup mereka untuk kemajuan
dan kebaikan hidup mereka sudah cukup bagi saya. Bahwa mereka menjalani hidup
ini dengan perjuangan yang membanggakan dengan cara mereka dan dengan imajinasi
yang tidak bisa saya ikuti lagi kedasyatannya.
Saya juga teringat dengan pertanyaan
dari seorang nara sumber dalam suatu workshop yang menanyakan guru yang baik
itu bagaimana/ guru super itu seperti apa?
Jawaban kami
beragam, mulai dari harus mengerti paedagogi, mengajar dengan PAIKEM, kreatif,
inovatif, harus mumpuni dalam menguasai ilmu yang diajarkan dan tahu cara
mengajarkannya dengan tepat pada siswa, sampai harus menjalankan tugas
keguruannya dengan SOP (standar operasional prosedur). Tiap guru/orang punya pemikiran
tersendiri mengenai karakter dari guru super tersebut. Bagi saya, guru super
itu adalah guru yang bisa MENGINSPIRASI siswanya untuk melakukan yang terbaik
dalam hidup mereka baik sekarang maupun di masa depan. Untuk bisa menginspirasi
siswa tugas saya di kelas bukan teach the book lagi tapi teach the children.
Saya harus bisa membelajarkan siswa. Kalau ingin siswa belajar maka saya harus
terlihat belajar dulu. Harus bisa membuat siswa saya menyukai buku, maka saya
harus terlihat jatuh cinta terlebih dahulu pada buku. Harus membuat siswa
menyukai kompetisi dengan jujur maka saya harus terlihat turut serta dalam
kompetisi dengan jujur. Harus membuat siswa saya disiplin maka saya harus
terlihat disiplin dengan aturan yangn mengikat saya sebagai guru. Harus bisa
membuat siswa saya bersemangat dalam mengejar impian mereka, maka sayapun harus
terlihat bersemangat dalam mengejar cita-cita saya karena cita-cita saya tidak
berhenti di GURU itu hanya pekerjaan formal yang tertulis di banyak dokumen
formal saya. Harus membuat siswa melakukan yang terbaik maka saya harus
terlihat melakukan yang terbaik terlebih dahulu. Harus Harus-harus-harus yang lain
maka saya harus terlihat melakukan yang lain dengan baik. Memberi Tauladan itu
caranya dan menunjukkan hasil dari karya saya. Satu hal yang penting untuk direnungkan, siswa adalah bagian terpenting dalam perjalanan berkarya saya, merekalah yang MENGINSPIRASI saya, sedangkan saya masih berusaha mengusahakan yang terbaik untuk mereka agar saya bisa MENGINSPIRASI mereka.
Tidak peduli kurikulum terus
berubah, tidak peduli buku yang dipakai siswa berubah dari tahun ketahun, tidak
peduli dengan segala permasalahan bangsa ini, dan tidak peduli dengan perubahan
dunia yang menakutkan karena perubahan itu memang hukum alam, saya harus bisa
belajar menginspirasi mereka dengan cara dan karya saya. Inspirasi yang membuat
seorang generasi bangsa bersemangat menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi.
Harus lebih baik dari sekarang dan itu yang harus diusahakan kita semua demi kata
KESADARAN yang merupakan rahmad dari Tuhan untuk seluruh rakyat dan bangsa ini.
setelah menulis artikel ini bulan lalu, akhirnya saya harus membacanya lagi, karena hari ini (15 Juli 2013) saya harus ada di tengah-tengah siswa baru untuk menyampaikan materi 'Guru inspirasiku'
BalasHapus