Tanggal 28 Juni tahun lalu merupakan hari yang tersibuk di dalam hidup saya dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hari itu adalah hari terakhir bagi saya untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan ke Nanjing China. Selama dua bulan saya harus mengikuti short course di Nanjing Agricultural University (NAU)/Na Nong Da. Persiapan yang saya lakukan harus dilakukan dengan segera karena waktu yang terbatas. Kenapa terbatas bagi saya? karena satu bulan sebelumnya saya disibukkan dengan urusan keluarga yang tidak bisa saya abaikan sedikitpun. Beruntung ada tangan cekatan dari adik-adik kost yang sigap membantu saya untuk mempersiapkannya dan memberi saya semangat melalui humor mereka yang menyegarkan. terima kasih banyak dan I love you all. Keberuntungan yang berlipat ganda juga saya peroleh karena teman-teman yang lain bersedia untuk membantu keluarga saya selama saya berada di negara panda tersebut.
Akhirnya semuanya siap karena memang berusaha untuk disiapkan dan dikatakan siap. Tanggal 29 juni saya berangkat ke Nanjing kota yang menyenangkan setelah saya berada di sana. Kota yang akan selalu punya tempat tersendiri di dalam hati saya. Berikut saya akan ceritakan persiapan-perjalanan-dan kedatangan di kota tersebut. Terima kasih juga untuk teman-teman biologi yang bersedia berbagi cerita dan foto tentang keseharian di Nanjing. Saya akan ceritakan semuanya dalam beberapa part...:)
A IDENTITAS
Hari/Tanggal : Kamis, 28 Juni 2012
Waktu :
08.00-00.00 WIB
B KEGIATAN
Persiapan keberangkatan ke Nanjing
C RINGKASAN KEGIATAN
Tanggal 28 Juni 2012 merupakan hari tersibuk bagiku sebelum melakukan
perjalan ke Nanjing. Sekitar pukul 8.00 a.m dengan bersusah payah, aku membawa
koper dan tas ransel yang cukup berat dengan barang keperluan yang harus aku
bawa ke Nanjing, menuju apotik di jalan bendungan Sutami. Koper dan ransel itu
harus aku timbang agar tidak melampaui kapasitas berat bagasi dan kabin pesawat
Cathay Pacific. Berat koper harus berkisar 20-23 Kg sedangkan berat tas yang
bisa aku bawa ke dalam kabin maksimal 7 Kg. Aku sangat beruntung karena dibantu
oleh adik kostku yaitu Adit. Kami berdua tidak merasa malu membawa koper besar dan
ransel penuh sesak hilir mudik antara kost dan apotik bendungan sutami. Satu
hari sebelumnya yaitu tanggal 27 Juni 2012 aku dan Adit telah menimbangkan
koper tersebut untuk mengetahui berat awal koper yaitu 4 kg.
Setelah mengetahui
berat koperku yaitu 20 kg dan tas ranselku 6 kg lebih, aku kembali mengecek
barang bawaan dan membeli beberapa barang keperluan sehari-hari agar tidak
kebingunan di Nanjing nanti. Kegiatan bongkar dan muat barang kembali aku
lakukan hingga sore hari.
Pukul 9.00 p.m aku
berangkat menuju kost teman kampusku yaitu
mbak Wahyu dan mbak Gumun di jalan jombang 3A. Kami akan berangkat
bersama menuju bandara Juanda. Keberangkatan menuju kost temanku ternyata tidak
mudah karena aku harus membayar tukang becak dengan ongkos yang mahal yaitu 20
ribu rupiah yang jika harus aku bayarkan dengan ongkos becak di Bondowosa
dengan jarak yang sama mungkin hanya
berpisar 7 ribu sampai 9 ribu. Alasan yang menyebabkan aku harus berangkat dari
kost temanku adalah karena keberangkatan bis kampus dari Universitas Negeri Malang
menuju bandara Juanda di Surabaya adalah pukul 3 a.m. Pukul 3 pagi pintu kostku
masih ditutup, tidak ada teman satu kost yang berangkat ke Cina karena temanku kost
yang lain berangkat dari rumah masing-masing, dan teman sekamarku telah
berangkat 2 minggu lalu ke Thailand.
Aku tidak bisa tidur d
kost temanku. Entah mengapa, mungkin karena bukan kamarku sendiri, aku terlalu
memikirkan perjalanan besok, atau aku terlalu bahagia akan berangkat ke Cina
entahlah.....
A IDENTITAS
Hari/Tanggal : Jumat-Sabtu / 29-30 Juni 2012
Waktu :
01.00 WIB – 07.00 waktu China
B KEGIATAN
Keberangkatan ke Nanjing
C RINGKASAN KEGIATAN
Pukul 01.00 a.m tanggal
29 Juni2012, aku terbangun dari kegelisahan tidurku yang tidak nyenyak. Aku mempersiapkan
diriku untuk berangkat ke bandara Juanda. Pukul 2.30 a.m, aku dan teman-temanku
berangkat menuju depan jalan Jombang 3A. Kami menunggu bis kampus UNM disana. Tepat
pukul 03.00 bis kampus menjemput kami jalan Jombang. Kurang lebih 12 orang
berangkat menggunakan bis kampus. Perjalanan Malang – Surabaya ditempuh sekitar
2 jam. Bis yang kami tumpangi melaju menembus dinginnya kota Malang menuju
Surabaya. Akhirnya pukul 05.00 a.m, kami tiba di Bandara juanda. Ini adalah
pengalaman pertamaku ke Juanda sekaligus pengalaman pertamaku naik pesawat.
Beberapa teman yang
berangkat dari kota atau rumah mereka sudah datang pula di Bandara, dan satu
persatu rombangan kami yang akan berangkat ke China semakin lengkap. Sekitar
jam 06.00 a.m, kami dipersilahkan masuk ke dalam bandara lewat gate pemberangkatan internasional. Aku sangat
bahagia. Kami harus antri dengan orang indonesia dan orang asing lainnya yang akan meninggalkan Indonesia. Pada
saat itu banyak pula orang pribumi dan Indonesia keturunan China yang akan
berangkat ke China untuk berlibur. Pikirku, mereka pastilah orang kaya karena
di musim libur anak sekolah di indonesia, mereka mampu untuk berlibur ke luar
negeri.
Setelah masuk ke dalam
bandara, kami harus menukarkan print out tiket kami dengan boarding pass pada
maskapai penerbangan Cathay Pasific sekaligus tas bawaan kami yang masuk bagasi
di timbang. Kami dikenai Airport Tax sebesar Rp.150.000,00. Tas yang masuk
kabin diperiksa ditempat lain dengan alat sensor begitu pula dengan kami juga
diperiksa. Kemudian kami menuju petugas imigrasi untuk mendapatkan stempel
keberangnkatan dari Indonesia pada pasport kami. Selesai melakukan itu semua
kami masih harus menunggu di ruang tunggu tidak berapa lama kami antri akan
masuk ruang tunggu dimana pesawat yang akan kami tumpangi telah disiapkan.
Untuk masuk ke ruang tunggu ini kami harus menunjukkan tiket kami dan kembali
tas yang kami di sensor. Kami tidak diperbolehkan membawa minuman ataupun
cairan ke dalam pesawat. Kembali kami menunggu sampai nomer keberangkatan
pesawat kami diumumkan dan penumpang dipersilahkan masuk ke dalam pesawat
Cathay Pacifik. Hampir pukul 08.00 a.m kami dipanggil untuk masuk ke dalam
pesawat. Pramugari Cathay Pacifik juga mendatangi penumpang untuk meminta
penumpang berdasarkan tempat duduk. Penumpang dipanggil bergantian dari
penunmpang yang duduk di bagian bangku pesawat belakang sampai depan. Ternyata
pramugari Cathay Pacific ada yang berkewarganegaraan China dan juga indonesia.
Aku duduk bersama Mbak
Wahyu dan Pak Urip yang juga baru pertama kali naik pesawat, kebetulan aku
duduk dekat jendela. Ini akan menyenangkan, aku bisa melihat keadaan di luar
pesawat. Pada saat pesawat akan take off,
kami wajib untuk mengenakan sit belt. Kekawatiranku tentang pamakaian sit belt ternyata berlebihan. Sit belt pemasangannya seperti sabuk
pengaman mobil bahkan lebih mudah. Hal yang membuatku terkagum-kagum adalah
ketika pesawat take off. Pesawat air bus dengan body yang besar ini melesatkan dirinya ke angkasa dengan mulusnya. Ketika
take off dan jarak terbang masih
rendah dengan daratan, aku bis melihat lautan dan daratan dari atas.
Lama-kelamaan ketinggian pesawat bertambah. Keberadaan pesawat mengangkasa dapat terekam
di layar monitor yang terpasang pada masing2 tempat duduk. Pesawat Cathay Pacific
menyediakan breakfast untuk
penumpangnya. Awalnya ketika Pak Urip mendapat tawaran minum dari pramugari
kami bertanya terlebih dahulu, apakah free
atau kami harus membayar. Maklum kami belum pernah naik pesawat jadi belum tahu
banyak hal tentang kebiasaan dalam pesawat. Makanan yang mereka sediakan halal
karena keberangkatananya dari indonesia. Makanan tersebut terdiri dari nasi
bubur, rendang daging, buah, muffin,
yogurt, juice, dan es cream. Kita
juga ditawari menu minuman yanng lain seperti kopi, teh, juice, atau tambahan air putih. Untuk meminta
kopi atau teh jika tidak meminta gula tidak akan diberi gula dan juicenya kecut
sekali. Perjalanan dari Surabaya ke Hongkong sangat menyenangkan. Pesawat ini
sangat nyaman karena masing-masing kursi penumpang dilengkapi dengan hiburan
film, musik, majalah, koran. Bahkan penumpang juga dapat berbelanja dalam
pesawat melalui katalog yang disediakan. Jika penumpang berminat bisa meminta
bantuan pramugari untuk membelinya. Namun perjalanan dari Surabaya-Hongkong
sempat menegangkan karena beberapa kali pesawat terpapar badai tropis dan
ketika akan landing masih harus
berputar-putar terlebih dahulu. Sesuai dengan jadwal penerbangan, kami tiba di bandara internasional Hongkong sekitar pukul
13.20 waktu setempat.
Kemegahan bandara
internasional Hongkong benar-benar mengalahkan telak kemegahan bandara
internasional Juanda. Bandara ini sangat besar dan bagus. Aku banyak berjumpa
dengan orang dari berbagai negara. Terlihat internasional. Perjalanan kami selanjutnya
menuju Shanghay. Kami harus berganti pesawat dengan maskapai yang sama.
Keluar dari pesawat
kami cepat-cepat menuju ruang pemeriksaan untuk penumpang yang harus transit.
Di sini kembali tas kami diperiksa. Setelah itu dengan terburu-buru kami
mencari gate untuk penerbangan kami selanjutnya. Ternyata keberangkatan kami didelay 2 jam. Setelah 2 jam belum ada
kepastian kami akan segara berangkat. Orang-orang China yang akan naik pesawat
yang sama dengan kami marah besar kepada
petugas maskapai. Untuk grupku tenang-tenang saja karena kami juga tidak tahu
harus ngomong apa. Akhirnya melihat penumpang
yang lain marah-marah menginspirasi teman-teman untuk bertanya dan
komplain.
Sebagai kompensasi
keterlambatan penerbangan, Cathay Pacifikc menyediakan menu lunch di Starbuck dengan jumlah
pembelanjaan 75 DHK setiap penumpang. Awalnya kami juga diberi penawaran
kompensasi makan siang di rest area
tapi berhubung kami tidak paham wilayah ini dan takut tersesat kami memutusakan
untuk tidak menngambilnya. Letak Starbuck berdekatan dengan letak kami harus
menunggu pesawat jadi kami memutuskan untuk mengambilnya. Ini adalah pengalaman
pertamaku berbelanja di Starbuck. Aku memesan hot chocolate, Chicken pie dan muffin.
Hot choolate aku konsumsi terlebih dahulu untuk pie dan muffin rencananya
akan aku tandaskan nanti. Pukul 18.30 p.m pesawat yang akan membawa kami menuju
Shanghay telah siap yaitu Dragon Air. Kenapa bukan Cathay Pacific? Ternyata
kedua maskapai ini berada di bawah pengelolaan managemen yang sama. Pesawat ini
menyediakan dinner untuk kami.
Berhubung penerbangan dari Hongkong dan kami belum konfirmasi terlebih dahulu
bahwa akan ada 46 penumpang membutuhkan makanan halal, mereka tidak menyediakan
makanan halal. Aku hanya mengkonsumsi buah, juice,
yogurt, es cream dan susu. Di sini juga ada tambahan minuman. Aku memesan juice toma,t rasanya tidak enak sama
sekali, sedikit pahit dan asin. Apakah ini tomat yang bagus? Kenapa tidak
sesegar dan semanis juice tomat instan di Indonesia?
Pukul 21.00 kami tiba
di Shanghay, setelah melewati petugas Emigrasi dan mendapatkan stempel
kedatangan (arrive), kami mengambil koper. Shanghai pudong, memiliki gedung
yang bagus pula. Semua orang berjalan cepat dan antri dengan teratur dalam
melewati proses pemeriksaan atau apapun. Setelah mengambil koper kami telah ditunggu
oleh mahasiswa dari Nanjing Agricultural University (NAU). Mereka terdiri dari
4 orang mahasiswa yaitu Frank, Zhao, Lee, dan Jesen. Mereka menawarkan apakah
kami mau langsung menuju Nanjing atau makan terlebih dahulu. Kebanyakan dari
kami meminta untuk makan terlebih dahulu. Frank, Pak Haryadi, dan Pak Yudha
pergi ke counter KFC. Ternyata untuk
memesan fried chicken dan hamburger juga cukup lama. Padahal
teman-teman dari NJAU sudah menunggu kami sekitar 5 jam lalu pastilah mereka
sangat capek. Tetapi mereka masih dengan senyum dan ramah menemani dan melayani
kami.
Akhirnya fried chicken dan hamburger tersedia, kami langsung menuju ke tempat bis yang akan
membawa kami menuju Nanjing menunggu. Bisnya tinggi sekali, dibagian bawah
adalah tempat bagasi sedangkan di atas adalah tempat penumpang. Apakah bis ini
bis kampus atau bukan aku tidak tahu. Kami berebut untuk duduk di bis yang
ajaib ini. Aku belum pernah menemui bis yang seperti ini di indonesia. Jadi aku
penasaran. Sepanjang jalan kami hanya melihat gedung-gedung tinggi, entah itu
perkantoran atau apartemen. Semua gedung tersebut gelap, mungkin mereka hemat
energi mengingat di China listrik sesuatu yang mahal dan jumlah penduduk mereka
sangat banyak, pertama di dunia. Lampu-lampu di pinggir jalan menyala dengan
terang bernderang berjajar rapi. Pohon-pohon hijau juga berjajar rapi
disepanjang jalan. Seperti selalu ada daerah hijau di sepanjang jalan.
Perjalanan dari Shanghay
menuju Nanjing sekitar 4-5 jam. Satu kali bis berhenti di rest area untuk memberikan kesempatan kepada kami untuk ke toilet
atau cuci muka. Hampir pukul 5.00 pagi hari Sabtu (30 Juni 2012) kami tiba di NJAU
melalui Gate 2 Kami dikumpulkan di gedung foreign,
sebagian teman di bawa ke international dormitory
dan foreign building. Aku tinggal
di international dormitory. Kamarku
terletak di lantai 8. Gedung ini terdiri dari 9 lantai dengan lift dan tangga
sebagai alat untuk naik ke atas.
Salah satu mahasiswa yang
bertugas sebagai volunter seperti Frank mengantarkan kami (aku dan mbak Maya
teman sekamarku) menuju lantai 8. Belakangan kami tahu dia bernama Yao. Kami di
ajari cara membuka pintu kamar 802 dan cara menghidupkan pemanas air. Rupanya
peralatan yang ada di dalam kamar mandi ini sekelas hotel. Dia memastikan kami
untuk mematikan peralatan listrik jika tidak dipakai. Benar, listrik di sini mahal dan mereka benar-benar
hemat. Selanjutnya aku melihat seisi kamar. Ada 2 tempat tidur. 2 meja belajar,
2 meja kecil, televisi, telefon, DVD, AC, dan tempat jemuran seperti yang
sering aku liat di TV, jemuran ala orang Jepang atau Korea. Luas kamar ini, sekitar
4x6 meter. Tempat tidur dalam kamar ini membuat aku dan mbak Maya kaget karena
kayunya kokoh dengan kasur spon lemas yang sangat tipis. Terdapat selimut cukup
tebal yang menurutku cocok untuk dipakai di musim dingin. Selimut tersebut kami
buat kasur untuk menambah ketebalan kasur. Kami kembali ke kamar mandi, setelah
kami perhatikan ternyata kotor. Kami sepakat untuk membersihkan kamar dan kamar
mandi walaupun dengan tubuh yang letih. Kami membuat batas waktu untuk membersihkan
kamar dan kamar mandi mengingat kami belum tidur dan jam 11 siang nanti kami
harus kembali ke foreign building.
Kami berjibaku membersihkan kamar dan kamar mandi, menggosok lantai, toilet,
dan kaca. Kami rapikan kamar dan tempat tidur. Sepertinya kamar ini cukup lama
ditinggal penghuninya dan sepertinya jarang dibersihkan. Setelah semuanya cukup
bersih dan nyaman untuk ditempati, kami membongkar
isi koper dan memasukkanya ke dalam laci-laci yang tersedia. Pukul 7.00 a.m, kami memutuskan untuk tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar