Kamis, 27 Juni 2013

Kenangan 28 Juni 2012

Tanggal 28 Juni tahun lalu merupakan hari yang tersibuk di dalam hidup saya dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hari itu adalah hari terakhir bagi saya untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan ke Nanjing China. Selama dua bulan saya harus mengikuti short course di Nanjing Agricultural University (NAU)/Na Nong Da. Persiapan yang saya lakukan harus dilakukan dengan segera karena waktu yang terbatas. Kenapa terbatas bagi saya? karena satu bulan sebelumnya saya disibukkan dengan urusan keluarga yang tidak bisa saya abaikan sedikitpun. Beruntung ada tangan cekatan dari adik-adik kost yang sigap membantu saya untuk mempersiapkannya dan memberi saya semangat melalui humor mereka yang menyegarkan. terima kasih banyak dan I love you all. Keberuntungan yang berlipat ganda juga saya peroleh karena teman-teman yang lain bersedia untuk membantu keluarga saya selama saya berada di negara panda tersebut. 

Akhirnya semuanya siap karena memang berusaha untuk disiapkan dan dikatakan siap. Tanggal 29 juni saya berangkat ke Nanjing kota yang menyenangkan setelah saya berada di sana. Kota yang akan selalu punya tempat tersendiri di dalam hati saya. Berikut saya akan ceritakan persiapan-perjalanan-dan kedatangan di kota tersebut. Terima kasih juga untuk teman-teman biologi yang bersedia berbagi cerita dan foto tentang keseharian di Nanjing. Saya akan ceritakan semuanya dalam beberapa part...:)

A       IDENTITAS
          Hari/Tanggal    : Kamis, 28 Juni 2012
          Waktu               : 08.00-00.00 WIB
B       KEGIATAN             
          Persiapan keberangkatan ke Nanjing
C       RINGKASAN KEGIATAN
   Tanggal 28 Juni 2012 merupakan hari tersibuk bagiku sebelum melakukan perjalan ke Nanjing. Sekitar pukul 8.00 a.m dengan bersusah payah, aku membawa koper dan tas ransel yang cukup berat dengan barang keperluan yang harus aku bawa ke Nanjing, menuju apotik di jalan bendungan Sutami. Koper dan ransel itu harus aku timbang agar tidak melampaui kapasitas berat bagasi dan kabin pesawat Cathay Pacific. Berat koper harus berkisar 20-23 Kg sedangkan berat tas yang bisa aku bawa ke dalam kabin maksimal 7 Kg. Aku sangat beruntung karena dibantu oleh adik kostku yaitu Adit. Kami berdua tidak merasa malu membawa koper besar dan ransel penuh sesak hilir mudik antara kost dan apotik bendungan sutami. Satu hari sebelumnya yaitu tanggal 27 Juni 2012 aku dan Adit telah menimbangkan koper tersebut untuk mengetahui berat awal koper yaitu 4 kg.
Setelah mengetahui berat koperku yaitu 20 kg dan tas ranselku 6 kg lebih, aku kembali mengecek barang bawaan dan membeli beberapa barang keperluan sehari-hari agar tidak kebingunan di Nanjing nanti. Kegiatan bongkar dan muat barang kembali aku lakukan hingga sore hari.
Pukul 9.00 p.m aku berangkat menuju kost teman kampusku yaitu  mbak Wahyu dan mbak Gumun di jalan jombang 3A. Kami akan berangkat bersama menuju bandara Juanda. Keberangkatan menuju kost temanku ternyata tidak mudah karena aku harus membayar tukang becak dengan ongkos yang mahal yaitu 20 ribu rupiah yang jika harus aku bayarkan dengan ongkos becak di Bondowosa dengan jarak yang sama  mungkin hanya berpisar 7 ribu sampai 9 ribu. Alasan yang menyebabkan aku harus berangkat dari kost temanku adalah karena keberangkatan bis kampus dari Universitas Negeri Malang menuju bandara Juanda di Surabaya adalah pukul 3 a.m. Pukul 3 pagi pintu kostku masih ditutup, tidak ada teman satu kost yang berangkat ke Cina karena temanku kost yang lain berangkat dari rumah masing-masing, dan teman sekamarku telah berangkat 2 minggu lalu ke Thailand.
Aku tidak bisa tidur d kost temanku. Entah mengapa, mungkin karena bukan kamarku sendiri, aku terlalu memikirkan perjalanan besok, atau aku terlalu bahagia akan berangkat ke Cina entahlah.....
 
A       IDENTITAS            
          Hari/Tanggal    : Jumat-Sabtu / 29-30 Juni 2012
          Waktu               : 01.00 WIB – 07.00 waktu China
B       KEGIATAN     
          Keberangkatan ke Nanjing
C       RINGKASAN KEGIATAN
Pukul 01.00 a.m tanggal 29 Juni2012, aku terbangun dari kegelisahan tidurku yang tidak nyenyak. Aku mempersiapkan diriku untuk berangkat ke bandara Juanda. Pukul 2.30 a.m, aku dan teman-temanku berangkat menuju depan jalan Jombang 3A. Kami menunggu bis kampus UNM disana. Tepat pukul 03.00 bis kampus menjemput kami jalan Jombang. Kurang lebih 12 orang berangkat menggunakan bis kampus. Perjalanan Malang – Surabaya ditempuh sekitar 2 jam. Bis yang kami tumpangi melaju menembus dinginnya kota Malang menuju Surabaya. Akhirnya pukul 05.00 a.m, kami tiba di Bandara juanda. Ini adalah pengalaman pertamaku ke Juanda sekaligus pengalaman pertamaku naik pesawat.
Beberapa teman yang berangkat dari kota atau rumah mereka sudah datang pula di Bandara, dan satu persatu rombangan kami yang akan berangkat ke China semakin lengkap. Sekitar jam 06.00 a.m, kami dipersilahkan masuk ke dalam bandara lewat gate  pemberangkatan internasional. Aku sangat bahagia. Kami harus antri dengan orang indonesia dan orang asing  lainnya yang akan meninggalkan Indonesia. Pada saat itu banyak pula orang pribumi dan Indonesia keturunan China yang akan berangkat ke China untuk berlibur. Pikirku, mereka pastilah orang kaya karena di musim libur anak sekolah di indonesia, mereka mampu untuk berlibur ke luar negeri.
Setelah masuk ke dalam bandara, kami harus menukarkan print out tiket kami dengan boarding pass pada maskapai penerbangan Cathay Pasific sekaligus tas bawaan kami yang masuk bagasi di timbang. Kami dikenai Airport Tax sebesar Rp.150.000,00. Tas yang masuk kabin diperiksa ditempat lain dengan alat sensor begitu pula dengan kami juga diperiksa. Kemudian kami menuju petugas imigrasi untuk mendapatkan stempel keberangnkatan dari Indonesia pada pasport kami. Selesai melakukan itu semua kami masih harus menunggu di ruang tunggu tidak berapa lama kami antri akan masuk ruang tunggu dimana pesawat yang akan kami tumpangi telah disiapkan. Untuk masuk ke ruang tunggu ini kami harus menunjukkan tiket kami dan kembali tas yang kami di sensor. Kami tidak diperbolehkan membawa minuman ataupun cairan ke dalam pesawat. Kembali kami menunggu sampai nomer keberangkatan pesawat kami diumumkan dan penumpang dipersilahkan masuk ke dalam pesawat Cathay Pacifik. Hampir pukul 08.00 a.m kami dipanggil untuk masuk ke dalam pesawat. Pramugari Cathay Pacifik juga mendatangi penumpang untuk meminta penumpang berdasarkan tempat duduk. Penumpang dipanggil bergantian dari penunmpang yang duduk di bagian bangku pesawat belakang sampai depan. Ternyata pramugari Cathay Pacific ada yang berkewarganegaraan China dan juga indonesia.
Aku duduk bersama Mbak Wahyu dan Pak Urip yang juga baru pertama kali naik pesawat, kebetulan aku duduk dekat jendela. Ini akan menyenangkan, aku bisa melihat keadaan di luar pesawat. Pada saat pesawat akan take off, kami wajib untuk mengenakan sit belt.  Kekawatiranku tentang pamakaian sit belt ternyata berlebihan. Sit belt pemasangannya seperti sabuk pengaman mobil bahkan lebih mudah. Hal yang membuatku terkagum-kagum adalah ketika pesawat take off. Pesawat air bus dengan body yang besar ini melesatkan dirinya ke angkasa dengan mulusnya. Ketika take off dan jarak terbang masih rendah dengan daratan, aku bis melihat lautan dan daratan dari atas. Lama-kelamaan ketinggian pesawat bertambah.  Keberadaan pesawat mengangkasa dapat terekam di layar monitor yang terpasang pada masing2 tempat duduk. Pesawat Cathay Pacific menyediakan breakfast untuk penumpangnya. Awalnya ketika Pak Urip mendapat tawaran minum dari pramugari kami bertanya terlebih dahulu, apakah free atau kami harus membayar. Maklum kami belum pernah naik pesawat jadi belum tahu banyak hal tentang kebiasaan dalam pesawat. Makanan yang mereka sediakan halal karena keberangkatananya dari indonesia. Makanan tersebut terdiri dari nasi bubur, rendang daging, buah, muffin, yogurt, juice, dan es cream. Kita juga ditawari menu minuman yanng lain seperti kopi, teh,  juice, atau tambahan air putih. Untuk meminta kopi atau teh jika tidak meminta gula tidak akan diberi gula dan juicenya kecut sekali. Perjalanan dari Surabaya ke Hongkong sangat menyenangkan. Pesawat ini sangat nyaman karena masing-masing kursi penumpang dilengkapi dengan hiburan film, musik, majalah, koran. Bahkan penumpang juga dapat berbelanja dalam pesawat melalui katalog yang disediakan. Jika penumpang berminat bisa meminta bantuan pramugari untuk membelinya. Namun perjalanan dari Surabaya-Hongkong sempat menegangkan karena beberapa kali pesawat terpapar badai tropis dan ketika akan landing masih harus berputar-putar terlebih dahulu. Sesuai dengan jadwal penerbangan, kami tiba  di bandara internasional Hongkong sekitar pukul 13.20 waktu setempat.
Kemegahan bandara internasional Hongkong benar-benar mengalahkan telak kemegahan bandara internasional Juanda. Bandara ini sangat besar dan bagus. Aku banyak berjumpa dengan orang dari berbagai negara. Terlihat  internasional. Perjalanan kami selanjutnya menuju Shanghay. Kami harus berganti pesawat dengan maskapai yang sama.
Keluar dari pesawat kami cepat-cepat menuju ruang pemeriksaan untuk penumpang yang harus transit. Di sini kembali tas kami diperiksa. Setelah itu dengan terburu-buru kami mencari gate untuk penerbangan kami selanjutnya. Ternyata keberangkatan kami didelay 2 jam. Setelah 2 jam belum ada kepastian kami akan segara berangkat. Orang-orang China yang akan naik pesawat yang  sama dengan kami marah besar kepada petugas maskapai. Untuk grupku tenang-tenang saja karena kami juga tidak tahu harus ngomong apa. Akhirnya melihat penumpang   yang lain marah-marah menginspirasi teman-teman untuk bertanya dan komplain.
Sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan, Cathay Pacifikc menyediakan menu lunch di Starbuck dengan jumlah pembelanjaan 75 DHK setiap penumpang. Awalnya kami juga diberi penawaran kompensasi makan siang di rest area tapi berhubung kami tidak paham wilayah ini dan takut tersesat kami memutusakan untuk tidak menngambilnya. Letak Starbuck berdekatan dengan letak kami harus menunggu pesawat jadi kami memutuskan untuk mengambilnya. Ini adalah pengalaman pertamaku berbelanja di Starbuck. Aku memesan hot chocolate, Chicken pie dan muffin. Hot choolate aku konsumsi terlebih dahulu untuk pie dan muffin rencananya akan aku tandaskan nanti. Pukul 18.30 p.m pesawat yang akan membawa kami menuju Shanghay telah siap yaitu Dragon Air. Kenapa bukan Cathay Pacific? Ternyata kedua maskapai ini berada di bawah pengelolaan managemen yang sama. Pesawat ini menyediakan dinner untuk kami. Berhubung penerbangan dari Hongkong dan kami belum konfirmasi terlebih dahulu bahwa akan ada 46 penumpang membutuhkan makanan halal, mereka tidak menyediakan makanan halal. Aku hanya mengkonsumsi buah, juice, yogurt, es cream dan susu. Di sini juga ada tambahan minuman. Aku memesan juice toma,t rasanya tidak enak sama sekali, sedikit pahit dan asin. Apakah ini tomat yang bagus? Kenapa tidak sesegar dan semanis juice tomat instan di Indonesia?
Pukul 21.00 kami tiba di Shanghay, setelah melewati petugas Emigrasi dan mendapatkan stempel kedatangan (arrive), kami mengambil koper. Shanghai pudong, memiliki gedung yang bagus pula. Semua orang berjalan cepat dan antri dengan teratur dalam melewati proses pemeriksaan atau apapun.  Setelah mengambil koper kami telah ditunggu oleh mahasiswa dari Nanjing Agricultural University (NAU). Mereka terdiri dari 4 orang mahasiswa yaitu Frank, Zhao, Lee, dan Jesen. Mereka menawarkan apakah kami mau langsung menuju Nanjing atau makan terlebih dahulu. Kebanyakan dari kami meminta untuk makan terlebih dahulu. Frank, Pak Haryadi, dan Pak Yudha pergi ke counter KFC.  Ternyata untuk memesan fried chicken dan hamburger juga cukup lama. Padahal teman-teman dari NJAU sudah menunggu kami sekitar 5 jam lalu pastilah mereka sangat capek. Tetapi mereka masih dengan senyum dan ramah menemani dan melayani kami.
Akhirnya fried chicken dan hamburger tersedia, kami langsung menuju ke tempat bis yang akan membawa kami menuju Nanjing menunggu. Bisnya tinggi sekali, dibagian bawah adalah tempat bagasi sedangkan di atas adalah tempat penumpang. Apakah bis ini bis kampus atau bukan aku tidak tahu. Kami berebut untuk duduk di bis yang ajaib ini. Aku belum pernah menemui bis yang seperti ini di indonesia. Jadi aku penasaran. Sepanjang jalan kami hanya melihat gedung-gedung tinggi, entah itu perkantoran atau apartemen. Semua gedung tersebut gelap, mungkin mereka hemat energi mengingat di China listrik sesuatu yang mahal dan jumlah penduduk mereka sangat banyak, pertama di dunia. Lampu-lampu di pinggir jalan menyala dengan terang bernderang berjajar rapi. Pohon-pohon hijau juga berjajar rapi disepanjang jalan. Seperti selalu ada daerah hijau di sepanjang jalan.
Perjalanan dari Shanghay menuju Nanjing sekitar 4-5 jam. Satu kali bis berhenti di rest area untuk memberikan kesempatan kepada kami untuk ke toilet atau cuci muka. Hampir pukul 5.00 pagi hari Sabtu (30 Juni 2012) kami tiba di NJAU melalui Gate 2 Kami dikumpulkan di gedung foreign, sebagian teman di bawa ke international dormitory dan foreign building. Aku tinggal di international dormitory. Kamarku terletak di lantai 8. Gedung ini terdiri dari 9 lantai dengan lift dan tangga sebagai alat untuk naik ke atas.
Salah satu mahasiswa yang bertugas sebagai volunter seperti Frank mengantarkan kami (aku dan mbak Maya teman sekamarku) menuju lantai 8. Belakangan kami tahu dia bernama Yao. Kami di ajari cara membuka pintu kamar 802 dan cara menghidupkan pemanas air. Rupanya peralatan yang ada di dalam kamar mandi ini sekelas hotel. Dia memastikan kami untuk mematikan peralatan listrik jika tidak dipakai. Benar,  listrik di sini mahal dan mereka benar-benar hemat. Selanjutnya aku melihat seisi kamar. Ada 2 tempat tidur. 2 meja belajar, 2 meja kecil, televisi, telefon, DVD, AC, dan tempat jemuran seperti yang sering aku liat di TV, jemuran ala orang Jepang atau Korea. Luas kamar ini, sekitar 4x6 meter. Tempat tidur dalam kamar ini membuat aku dan mbak Maya kaget karena kayunya kokoh dengan kasur spon lemas yang sangat tipis. Terdapat selimut cukup tebal yang menurutku cocok untuk dipakai di musim dingin. Selimut tersebut kami buat kasur untuk menambah ketebalan kasur. Kami kembali ke kamar mandi, setelah kami perhatikan ternyata kotor. Kami sepakat untuk membersihkan kamar dan kamar mandi walaupun dengan tubuh yang letih. Kami membuat batas waktu untuk membersihkan kamar dan kamar mandi mengingat kami belum tidur dan jam 11 siang nanti kami harus kembali ke foreign building. Kami berjibaku membersihkan kamar dan kamar mandi, menggosok lantai, toilet, dan kaca. Kami rapikan kamar dan tempat tidur. Sepertinya kamar ini cukup lama ditinggal penghuninya dan sepertinya jarang dibersihkan. Setelah semuanya cukup bersih dan nyaman untuk ditempati,  kami membongkar isi koper dan memasukkanya ke dalam laci-laci yang tersedia. Pukul 7.00 a.m,  kami memutuskan untuk tidur.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar