A IDENTITAS
Hari/Tanggal : Rabu/11 Juli 2012
Waktu :
14.30-17.30
B KEGIATAN
Embassy
activity
C RINGKASAN KEGIATAN
Kami beruntung memiliki kesempatan
untuk melakukan temu wicara dengan bapak duta besar Indonesia untuk China dan
Mongolia yaitu Bapak Imron Coton. Pada kegiatan tersebut kami juga bertemu
dengan Atase pendidikan Indonesia untuk China dan Mongolia yaitu Bapak Khairun.
Pertemuan diadakan di lakeview
Xuanwu Hotel Nanjing.
Bapak duta besar Indonesia Imron Coton membuka wawasan kami
tentang China dan Indonesia dengan sangat baia. Menjelaskan bagaimana
sebenarnya China dan Indonesia adalah 2 negara yang bersaudara. Ini disebabkan
adanya pelayaran yang dilakukan oleh laksamana Zhen He beserta pasukannya pada
masa kekaisaran Dynasti Ming. Mereka berlayar dan singgah di Indoensia untuk
mengabarkan tentang adanya negara/kerajaan/emporer besar yaitu China,
menyebarkan agama Islam, dan berdagang. Jadi orang indonesia sebenarnya tidak
murni berdarah indonesia. Bisa jadi darah Indoneisa telah tercampur aduk dengan
darah dari tentara laksamana Zheng He yang menetap di Indonesia.
Orang China lahir
dengan blue print: rajin bekerja,
rajin menabung, inovatif, dan disiplin. Dalam bidang teknologi mereka tidak
melakukan research engineering melain reverse engineering. Bagi China research
banyak membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya.
Orang China tidak mengenal istilah Agama. Namun kehidupan
mereka didasari oleh ajaran filosofi kongfusianesme, taoisme, dan budhaisme.
Ajaran-ajaran dari ketiga filosofi diaplikasikan oleh orang China dalam kehidupan
manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.
Pesan dari bapak duta besar, kami bukan hanya pelajaran
tetapi juga duta bangsa yang wajib menjaga nama baik bangsa dan memperkenalkan
bangsa Indonesia kepada China. Selain itu kami diminta untuk mempelajari
budaya-budaya yang positif dari China dan tidak menerima sesuatu hal yang tidak
ataukurang baik dari bangsa China.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar