Jumat, 28 Juni 2013

Introduction of protein crystallography


A       IDENTITAS
          Hari/Tanggal    : Senin /16 Juli 2012
          Waktu               : 09.00-12.00
B       KEGIATAN                                  
         Introduction of protein crystallography
C       RINGKASAN KEGIATAN           
Struktur protein tiga dimensi penting untuk diketahui sebab dapat merepresentasikan aktivitas, fungsi, stabilitas, maupun paramater fisika-kimia lainnya. 4 metode untuk mengetahui struktur protein antara lain: X-ray crystallography, NMR, dan electron microscopy. Metode penentuan struktur tiga dimensi protein yang luas digunakan saat ini adalah kristalografi sinar-X (X-ray crystallography). Kristalografi sinar-X menggunakan pancaran sinar-X yang ditembakkan mengenai suatu protein yang telah dimurnikan atau memiliki kemurnian tinggi sehingga berbentuk kristal. Pancaran gelombang sinar-X yang mengenai struktur kristal protein kemudian akan terhambur. Hamburan sinar-X yang muncul kemudian dibaca dan struktur kristal protein dapat diketahui.
Keuntungan menggunakan X-ray cristallography adalah tidak ada batas ukuran protein yang ingin diketahui strukturnya. Namun terdapat kendala yang dihadapi saat ini adalah performa dari instrumen itu sendiri dimana resolusi gelombangnya masih rendah sehingga struktur protein tidak dapat ditentukan secara pasti. Tim riset dari SLAC National Accelarator Laboratory dari Departemen Energi Amerika Serikat telah mengembangkan metode kristalografi sinar-X terbaru yang menggunakan laser sinar-X beresolusi ultra-tinggi (ultra-high resolution) yang mereka sebut SLAC Linac Coherent Light Source (LCLS). Instrumen ini  termasuk ke dalam jenis Coherent X-ray Imaging (CXI).
Metode ini dikembangkan dari kristalografi sinar-X konvensional dimana perbedaannya terletak pada pulsa sinar-X yang digunakan. LCLS menggunakan kristalografi femtosekon (10-15 s) dan pencitraan split-second laser sinar-X dengan panjang gelombang yang sangat pendek dan berintensitas tinggi. Teknik ini membuat para ilmuwan dapat meneliti struktur protein dengan ukuran yang lebih kecil namun memiliki resolusi tinggi. LCLS juga dapat digunakan untuk studi dinamika molekuler protein yang diamati.
Ada 2 cara untuk mendapatkan X-ray cristallography yaitu rotating anode generator dan synchrotron. Langkah-langkah dalam protein crystallography:
1.             Purifikasi protein
2.             Pembentukan kristal protein
3.             Difraksi data dengan X-ray crystallography
4.             Elektron density dan struktur protein.
Dewasa ini kemajuan teknologi semakin pesat, terdapat web site yang memiliki bank gen sekalilgus bank struktur protein. Pada saat elektron density dari suatu protein telah diketahui, maka datanya bisa dimasukkan ke dalam komputer untuk mengetahui stuktur proteinnya. Web site tersebut seperti NCBI, atau program QUANTA dari MSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar