Kamis, 27 Juni 2013

episode I part 2


A       IDENTITAS
          Hari/Tanggal    : Minggu / 1 Juli 2012
          Waktu               : 00.00-00.00
B       KEGIATAN           
          Beristirahat/free activity
C       RINGKASAN KEGIATAN
Aku terbangun pukul 03.00 untuk sholat subuh. Waktu subuh di negara ini lebih awal dibandingkan Indonesia. Selisih waktu China dengan WIB adalah satu jam. Jadi waktu di China sama dengan waktu di Indonesia bagian barat. Setelah menjalankan sholat subuh, aku merasa badanku masih lemas, pusing dan kakiku mulai gatal. Lemas karena masih jetslack. Pusing mungkin akibat masakan China-Nanjing yang belum terbiasa dengan lidahku. Masakan di sini cenderung asin dan terasa sangat ber-MSG. Ini terbukti selesai makan aku pusing, ngantuk, dan tenggorokanku terasa gatal. Kakiku gatal bukan karena kutu air. Ini adalah indikator alergi bagiku. Pasti makanan yang aku makan memiliki protein yang tidak bisa ditahan oleh tubuhku. Tetapi aku tidak makan daging, lalu apa?pasti karena minyaknya. Minyak yang digunakan di sini adalah minyak soybean. Bagian kakiku yang gatal mulai membentuk benjolan berisi air bening. Rasanya gatal sekali. Ingin aku garuk tapi jika aku garuk semakin membesar.
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali tidur. Aku terbangun lagi sekitar pukul 06.00. Aku dan mbak Maya buru-buru mandi untuk ke foreign building. Kami bermaksud untuk berangkat bersama-sama dengan teman-teman menuju kantin untuk sarapan. Ternyata hari minggu kantin tutup, kami dipersilahkan sarapan dan makan sendiriJ
Aku dan mbak Maya belum bertemu dengan tetangga kanan kiri kamar kami. Jadi kami belum bisa memperkenalkan diri kepada mereka. Siang hari aku dan mbak Maya keluar bermaksud untuk ke pasar, di tengah jalan kami bertemu dengan Jesen, dia memberitahukan kantin libur. Kamipun menjelaskan bahwa kami hendak ke pasar. Sebenarnya kami tidak sampai ke pasar, kami hanya membeli buah di dekat pojokan pasar. Makan siang dan malam dengan buah, enak juga. Segar, bergizi, dan kaya serat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar