A IDENTITAS
Hari/Tanggal : Selasa / 10 Juli 2012
Waktu :
09.00-12.00 dan 14.30-17.30
B KEGIATAN
An
introduction to bioinformatics
C RINGKASAN KEGIATAN
Bioinformatics adalah disiplin ilmu yang memadukan
biologi, ilmu
komputer dan teknologi informatika. Terdapat pula teori yang menyatakan bahwa
bioinformatics adalah disiplin ilmu yang memadukan biology, life scinences, dan
teknologi informatika. Bioinformatics mempelajari letak gen dari organisme dan
ekspresi atau tidak terekspresinya gen. Secara umum bioinformatics digunakan
untuk menghimpun data biological organisme dan mempelajari ekspresi gen.
Sehingga dari gen yang terekspresi dapat diketahui sequences DNA (protein-coding gene, non
protein-coding gen, non coding sequnces) yang berkaitan dengan proses
transkripsi, sequnces RNA, dan translasi (protein structure dan sequences,
ekspresi protein, dan interaksi protein-protein. Bapak bioinformatics adalah
Dr. Hwa A Lim.
Tiga
sub disiplin ilmu yang penting dalam bioinformatics:
· Algoritma
lanjut dan statistik yang dapat digunakan untuk menilai hubungan antar anggota
dari himpunan data yang besar.
· Analisis
dan interpretasi dari berbagai jenis data termasuk urutan DNA, gen dan fitur
genom dan fungsi, ekspresi dalam sel, perkembangan, dan evolusi.
· Pengembangan
dan penerapan alat yang memungkinkan akses yang efisien dan pengelolaan
berbagai jenis informasi.
Bioinformatics berguna untuk mengetahui:
· Sequences
DNA (protein-coding genes, non protein-coding genes, non-coding sequences)
· Sequences
RNA
· Ekspresi
gen (menggunakan micro array, DNA chip)
Sejarah
perkembangan bioinformatics
· tahun 1977, metode DNA sequensing
ditemukan
· tahun
1981, algoritma untuk sequence
alignment dipublikasikan (Smith-Waterman)
· tahun
1985 FASTP algorithm dipublikasikan
· tahun
1988, the Human Genome
organization (HUGO) didirikan.
· tahun
1990, program
BLAST diimplementasikan. Bioinformatics diciptakan untuk
menyimpan database biologi dalam jumlah besar. BLAST (Basic Local Alignment Search Tool)
digunakan untuk mencari database sequences biologi.
· tahun
1996, Affymetrix DNA chip pertama
kali dikembangkan.
Bioinformatics
mempelajari:
· HGP
· Sequence Databases
· Sequence Analysis
· Phylogenetic/Evolutionary Analysis
DNA
merupakan molekul kehidupan bagi organisme, di dalam tubuh manusia terdapat
triliyunan sel, di dalam setiap sel terdapat 46 kromosom, di dalam kromosom
terdapat gen atau DNA, jika dirangkai panjang DNA sekitar 2 meter. DNA memiliki
sekitar 3 miliyar unit basa nitrogen (A, G, C, dan T), dan 30.000 gen berfungsi
untuk mengkode protein.
Human
Genome Project (HGP) adalah proyek yang dikoordinasikan oleh
Departemen Energi AS dan National Institute of Health, USA. Di awal tahun Wellcome
Trust (Inggris) menjadi mitra utama dalam HGP, kontribusi tambahan berasal dari
negara Jepang, Perancis, Jerman, Cina, dan lain-lain.
Tujuan
proyek ini antara lain:
1.
mengidentifikasi semua gen dalam DNA manusia
2.
menentukan urutan dari 3 miliar pasang basa
nitrogen yang membentuk DNA manusia
3.
menyimpan informasi tersebut dalam
database
4.
meningkatkan alat untuk analisis data
5.
mentransfer teknologi tersebut pada sektor
swasta
6.
mengatasi masalah etika, hukum, dan
sosial (Elsi) yang mungkin timbul dari proyek tersebut.
Organisme yang
banyak membantu mempelajari HGP antara lain: E coli, yeast, Arabidopsis,
lalat buah, dan organisme lain yang memiliki jumlah kromosom sedikit dan
genomenya sudah diketahui.
Cara
menentukan sequensing DNA suatu organisme
1. Clone
by clone
2. Shot
gun
Setelah sequensing yang dilakukan antara
lain:
1. mengidentifikasi
semua (±30, 000) gen dalam DNA manusia
2. menentukan
urutan dari 3 miliar pasang basa nitrogen yang membentuk DNA manusia
3. menyimpan
informasi tersebut dalam database
4. meningkatkan
alat untuk analisis data
5. mentransfer
teknologi yang berhubungan dengan sektor swasta
6. mengatasi,
masalah etika, hukum, dan sosial (Elsi) yang mungkin timbul dari proyek
tersebut.
Setelah
ditemukan cara menentukan sequensing research biologi molekuler mengalami
perubahan:
· genomik,
fungsional (posting) genomik, dan biologi sistemik
· penyusunan
kembali genom suatu organisme, contohnya synthia (organisme sintetik 2010)
· Gen
Penguji kesehatan atau penyakit. Melalui analisis fungsional dan asosiasi,
semakin banyak penyakit genetik diidentifikasi, seperti alzaimer, kanker
payudara, kanker ovarium, dan lain-lain. Tes gen adalah teknik terbaru yang
digunakan untuk menguji kelainan genetik, melibatkan pemeriksaan langsung dari
molekul DNA itu sendiri. Dalam tes gen, para ilmuwan memindai sampel DNA pasien
untuk urutan
bermutasi.
Tes DNA melibatkan membandingkan urutan basa DNA dalam gen pasien (suspect)
dengan gen normal.
· Ditemukan
gen terapi. Terapi gen adalah teknik untuk mengoreksi cacat gen yang
bertanggung jawab terhadap munculnya penyakit tertenyu. Dalam studi gen melalui
terapi, "normal" gen disisipkan ke dalam genom untuk menggantikan gen
"abnormal," penyebab penyakit. Sebuah molekul yang disebut vektor
harus digunakan untuk memberikan terapi gen untuk sel target pasien.
· Penemuan
obat-obatan (identifikasi target (penyakit) ....> prediksi struktur protein
target ....> struktur inhibitor berdasarkan desain obat)
Aplikasi
bioinformatics
1. Mengoleksi
dan mengatur data biologi, meliputi data sequence nukleotida (EMBL, GenBank,
dan DDBJ), data sequence asam amino (SWISS PROT, PIR), data struktur protein atau enzim (PDB).
2. Pencarian sequensing
dan alignment. Pencarian homologi
adalah untuk mencari urutan serupa oleh
sequences alignment, sequences alignment adalah cara
mengatur urutan
DNA, RNA,
atau protein
untuk mengidentifikasi daerah
kesamaan yang
mungkin
menjadi konsekuensi dari hubungan fungsional,
struktural, atau evolusi
antar sequences.
3. Analisis
sequences genomik (struktur, rekognasi, annotasi, regulasi informasi, dan
komparasi)
4. Analisis
ekspresi gen, sangat penting dalam penelitian bioinformatics dan penelitian
biologi molekuler. Analisis clustering
penting untuk menganalisis ekspresi
gen, untuk menemukan gen terkait satu-persatu, dan untuk membangun
sebuah regulasi gen / sinyal jaringan transduksi.
Dengan menggunakan gen chip bisa diketahui ekspresi gen.
Gen chip, setiap warna yang tampak pada
gen chip menunjukkan gen yang terekspresi dengan kuat, sedang, dan lemah serta
yang tidak terekspresi. Berikut contoh hasil analisis ekspresi gen pada bunga,
akar, dan daun padi.
5. Prediksi
struktur protein, sangat penting untuk mengetahui fungsi dari protein. Dari
memprediksi struktur protein dapat diketahui struktur sekunder dari protein tersebut
dan gambaran protein tersebut dalam bentuk 3D. Contohnya seperi protein pada
tanaman padi bawah ini.
6. Analisis filogenetik. Sebuah pohon filogenetik atau pohon evolusi adalah
diagram percabangan atau "pohon" yang menunjukkan hubungan evolusi di
antara spesies biologi dan
entitas lain berdasarkan persamaan dan perbedaan karakteristik fisik dan / atau genetik (DNA atau urutan asam
amino). Bagaimana
cara mengkontruksi pohon evolusi dari suatu organisme? Dari hasil analisis
sequences DNA dan perbandingan RNA suatu organisme dengan 16sRNA, mengggunakan
PCR dan elekroforesis dapat diketahui bp dari suatu organisme sehingga bisa
disusun pohon kekerabatan atau evolusinya. Berikut adalah coontoh diagram
kekerabatan manusia Afrika dan non Afrika.
Alasan
penting bioinformatics bagi peneliti antara lain:
1. Bioinformatics
membantu mengidentifikasi gen penting yang terkait dengan peristiwa
2. Untuk
memprediksi struktur dan fungsi sebelum eksperimen
3. Untuk
membahas kemungkinan mekanisme yang menjelaskan hasil penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar