Kamis, 27 Juni 2013

SEBUAH INSPIRASI UNTUK MEMBANGUN BANGSA


SEBUAH INSPIRASI UNTUK MEMBANGUN BANGSA
            Waktu saya masih sangat belia, duduk di sekolah TK, saya telah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang guru. Hal itu disebabkan oleh seorang guru yang baik hati. Beliau bernama Ibu Yuyun. Saya masih cukup ingat dimasa kritis tersebut terjadi peristiwa yang traumatis di kelas bagi saya, keberadaan Bu Yuyun membuat saya merasa nyaman dan terlindungi, semenjak saat itu saya berkeinginan menjadi seperti beliau, menjadi orang yang melindungi. Apakah itu seorang guru, ya mungkin menjadi guru yang baik hati.
            Seiring dengan berlalunya waktu, keinginan menjadi guru terkikis sedikit demi sedikit, apalagi berdasarkan pengalaman saya selama menjadi siswa di SMA. Guru merupakan pilihan hidup yang cukup sulit. Seorang guru harus memiliki banyak kesabaran dalam menghadapi siswa SMA yang sedang mengalami ketidak seimbangan hormonal yang mempengaruhi sikap mereka dalam bergaul dengan orang lain, ingin diperhatikan dan terkadang berkonspirasi untuk mengelabuhi guru atau tidak mengerjakan tugas dari mereka, menggosipkan penampilan dan cara mengajar seorang guru sampai memutuskan untuk menyukai atau tidak menyukai seorang guru.
            Selepas dari SMA, pilihan untuk menjadi guru muncul kembali karena pilihan menjadi guru merupakan pilihan yang cukup sesuai dengan kondisi saya pada saat itu. Akhirnya, masuklah saya pada institusi keguruan yang mengajarkan bagaimana cara menjadi seorang guru yang ideal.
            Tahun 2004 saya mulai mengabdikan rasa saya untuk menjadi guru demi alasan kepentingan pribadi guna memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dan turut serta memanjukan bangsa melalui pendidikan. Sampai saat ini sudah hampir sembilan tahun saya bergumul dengan siswa di kelas, muncul kenangan terhadap guru saya yang baik hati, Bu Yuyun...Bagaimana kabar beliau sekarang? Apakah saya sudah bisa membuat siswa saya merasa aman dan nyaman di kelas seperti beliau? Apakah saya sudah bisa menginspirasi siswa saya untuk melakukan yang terbaik dalam hidup mereka? Saya tidak yakin jawabannya sudah. Banyak kekurangan dan kesalahan yang telah saya lakukan selama ini di kelas, banyak hal yang belum saya ketahui dan pelajari selama ada di kelas, banyak hal yang belum saya lakukan di kelas, dan banyak hal yang tidak saya ketahui tentang siswa saya. Apalagi belum ada testimoni dari siswa saya yang merasa terinspirasi dengan yang telah saya lakukan untuk diri saya dan mereka untuk dijadikan bahan renungan. Tapi itu tidak penting bagi saya karena dengan melihat, mendengar ataupun membaca tentang semangat mereka dalam memperjuangkan apa yang mereka perjuangkan dalam hidup mereka untuk kemajuan dan kebaikan hidup mereka sudah cukup bagi saya. Bahwa mereka menjalani hidup ini dengan perjuangan yang membanggakan dengan cara mereka dan dengan imajinasi yang tidak bisa saya ikuti lagi kedasyatannya.
            Saya juga teringat dengan pertanyaan dari seorang nara sumber dalam suatu workshop yang menanyakan guru yang baik itu bagaimana/ guru super itu seperti apa?
Jawaban kami beragam, mulai dari harus mengerti paedagogi, mengajar dengan PAIKEM, kreatif, inovatif, harus mumpuni dalam menguasai ilmu yang diajarkan dan tahu cara mengajarkannya dengan tepat pada siswa, sampai harus menjalankan tugas keguruannya dengan SOP (standar operasional prosedur). Tiap guru/orang punya pemikiran tersendiri mengenai karakter dari guru super tersebut. Bagi saya, guru super itu adalah guru yang bisa MENGINSPIRASI siswanya untuk melakukan yang terbaik dalam hidup mereka baik sekarang maupun di masa depan. Untuk bisa menginspirasi siswa tugas saya di kelas bukan teach the book lagi tapi teach the children. Saya harus bisa membelajarkan siswa. Kalau ingin siswa belajar maka saya harus terlihat belajar dulu. Harus bisa membuat siswa saya menyukai buku, maka saya harus terlihat jatuh cinta terlebih dahulu pada buku. Harus membuat siswa menyukai kompetisi dengan jujur maka saya harus terlihat turut serta dalam kompetisi dengan jujur. Harus membuat siswa saya disiplin maka saya harus terlihat disiplin dengan aturan yangn mengikat saya sebagai guru. Harus bisa membuat siswa saya bersemangat dalam mengejar impian mereka, maka sayapun harus terlihat bersemangat dalam mengejar cita-cita saya karena cita-cita saya tidak berhenti di GURU itu hanya pekerjaan formal yang tertulis di banyak dokumen formal saya. Harus membuat siswa melakukan yang terbaik maka saya harus terlihat melakukan yang terbaik terlebih dahulu. Harus Harus-harus-harus yang lain maka saya harus terlihat melakukan yang lain dengan baik. Memberi Tauladan itu caranya dan menunjukkan hasil dari karya saya. Satu hal yang penting untuk direnungkan, siswa adalah bagian terpenting dalam perjalanan berkarya saya, merekalah yang MENGINSPIRASI saya, sedangkan saya masih berusaha mengusahakan yang terbaik untuk mereka agar saya bisa MENGINSPIRASI mereka.
            Tidak peduli kurikulum terus berubah, tidak peduli buku yang dipakai siswa berubah dari tahun ketahun, tidak peduli dengan segala permasalahan bangsa ini, dan tidak peduli dengan perubahan dunia yang menakutkan karena perubahan itu memang hukum alam, saya harus bisa belajar menginspirasi mereka dengan cara dan karya saya. Inspirasi yang membuat seorang generasi bangsa bersemangat menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi. Harus lebih baik dari sekarang dan itu yang harus diusahakan kita semua demi kata KESADARAN yang merupakan rahmad dari Tuhan untuk seluruh rakyat dan bangsa ini.

1 komentar:

  1. setelah menulis artikel ini bulan lalu, akhirnya saya harus membacanya lagi, karena hari ini (15 Juli 2013) saya harus ada di tengah-tengah siswa baru untuk menyampaikan materi 'Guru inspirasiku'

    BalasHapus